Pages

Senin, 07 Maret 2011

air RO

Air mineral versus Air minum R.O, mana lebih baik ?
sebuah Seminar yang membahas teknologi air minum, tanpa disengaja bertemulah dua orang sales filter air yang sudah lama berseteru.
Yang satu sales filter air reverse osmosis (R.O) dan yang satunya lagi sales filter air mineral (AMIN) yang menggunakan penyaringan biasa dan ultraviolet.

Berikut adalah perdebatan dan argumen mereka :

Sales filter R.O : Filter R.O jauh lebih baik dari filter air mineral karena
membrannya 0,0001 micron hingga mineralnya hilang dan menjadi air murni

Sales AMIN : Tapi tubuh manusia kan perlu mineral ?

Sales filter R.O : Mineral kan bisa didapat dari makanan,buah,susu,dll

Sales AMIN : Back to nature.. kembalilah ke alam.

Sales filter R.O : Kalau hanya mengandalkan mineral dalam air, berapa drum air yang harus diminum dalam sehari?

Sales AMIN : Tetapi anak anak dan bayi kan perlu mineral untuk perkembangan mereka?

Sales filter R.O : Untuk anak dan bayi mineral kan bisa didapat dari susu !

Sales AMIN : ( Terdiam)

Sales filter R.O : Di negara maju sudah biasa menggunakan teknologi R.O.
Bahkan astronot pun minum air R.O.

Sales AMIN : Tetapi filter kami lebih baik karena menggunakan Ultraviolet
sehingga bakteri dan virus mati.

Sales filter R.O : Dasar Gaptek !,semua bakteri dan virus tertahan di membran R.O !!

Sales AMIN : ( Terdiam lagi)

Sales filter R.O : Karena menjadi murni,air R.O mudah diserap tubuh
dan meringankan kerja organ ginjal.

Sales AMIN : Tetapi saya lebih percaya kandungan mineral dari perut bumi pasti banyak manfaatnya. dan memang sudah begitu jutaan abad yang lalu,
jauh sebelum filter R.O ditemukan.

Sales filter R.O : Tetapi zaman kan sudah berubah, sekarang banyak pencemaran dalam air.

Sales AMIN : Itu kan di perkotaan dan terutama kota besar, kalau di kota kecil
dan pedesaan kan belum ada pencemaran air !

Sales filter R.O : Tetapi sekarang di kota kecil dan pedesaan semua air sudah tercemar !

Sales AMIN :
Aaah..., itu kan akal akalanmu aja biar filter R.O mu laku ..!

( Debat kusir semakin panas dan tidak terkendali, peserta seminar satu persatu
pergi meninggalkan ruangan)

***********************************************************
Cerita di atas hanyalah ilustrasi belaka. Jadi menurut anda,air minum yang mana
yang lebih baik ?. Anda yang menjadi Jurinya.

Selasa, 18 Januari 2011

‘Nistelrooy pantas kembali ke Madrid’



Ruud van Nistelrooy
Ruud van Nistelrooy ngebet kembali ke Madrid (Reuters)
Saga transfer Ruud van Nistelrooy ke Real Madrid terus berlanjut. Meski pihak Hamburg SV tak berniat melepas sang pemain, namun di saat yang sama Nistelrooy diklaim memang pantas untuk bermain lagi di Santiago Bernabeu.
Krisis striker yang dialami Madrid saat ini membawa nama Van Nistelrooy ke permukaan. Disebutkan Madrid ingin meminjam pesepakbola asal Belanda itu hingga akhir musim sesuai keinginan klub dan juga Jose Mourinho.
Ketika kedua belah pihak sudah sama-sama setuju, Hamburg sebagai pemilik sah Van Nistelrooy enggan melepaskan. Tenaga Van Nistelrooy masih dibutuhkan pelatih Armin Veh demi mengarungi sisa musim Bundesliga dan target lolos ke kompetisi Eropa musim depan.
Enggan situasi bertambah sulit, agen si pemain berusia 34 tahun itu mengeluarkan statement soal masa depan kliennya. Ia memastikan akan berusaha membujuk Hamburg untuk bisa melepas Van Nistelrooy kembali ke klub yang diperkuatnya sejak musim 2007 hingga 2010 itu.
“Tentu saja Ruud terikat dengan kontrak dan dia akan menghormatinya. Namun ini rasanya seperti situasi yang tidak biasa. Dalam kasus ini ada sedikit rasa emosional bermain,” tuturnya kepada Algeemen Dagblad yang dikutip ESPN Star.
“Ruud bisa mengakhiri karir di level tertinggi, tidak seperti yang diharapkannya dan itu terlalu bagus untuk dilewati. Ini bukan masalah uang atau kontrak. Karena publikasi maka hal yang terlihat jadi berbeda,” sambungnya.
Selama hampir 3,5 tahun berkostum Los Blancos, Van Nistelrooy menyumbang 64 gol dari 94 penampilannya di seluruh kompetisi. Total gelar yang didapatnya ada tiga, yaitu dua gelar La Liga dan satu Super Spanyol.
“Tapi saya harap semua pihak dapat menghasilkan kesepakatan yang sama. Atlet hebat seperti Ruud pantas mendapatkannya. Dia pantas kembali ke Madrid usai kerja kerasnya selama ini,” lugasnya.

Sabtu, 15 Januari 2011

19 Keistimewaan Wanita dalam Islam


1. Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayangnya yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah s.a.w. akan hal tersebut, jawab Baginda s.a.w., “Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia”.
2. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah s.w.t. mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.
3. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah s.w.t. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah s.w.t.
4. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
5. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.
6. Apabila semalaman ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah s.w.t. memberinya pahala seperti memerdekakan 70 hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah s.w.t.
7. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah s.w.t. dan orang yang takutkan Allah s.w.t., akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
8. Barangsiapa membawa hadiah, (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah). Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail.
9. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah s.w.t. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).
10. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki.
11. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 lelaki yang soleh.
12. Aisyah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah s.a.w, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab Rasulullah s.a.w., “Suaminya”. “Siapa pula berhak terhadap lelaki?” Jawab Rasulullah s.a.w, “Ibunya”.
13. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibubapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.
14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga sembahyang dan puasanya.
15. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
16. Syurga itu di bawah tapak kaki ibu.
17. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Nabi s.a.w) di dalam syurga.
18. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya syurga.
19. Daripada Aisyah r.a. “Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuan lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.”

Mimpi Sayyidah Aminah Ketika Mengandung Rasulullah SAW


Imam Ibnu Katsir meriwayatkan dalam kitabnya, Qishashul Anbiyya, bahwa ketika Aminah mengandung Rasulullah SAW, sama sekali ia tidak merasa kesulitan maupun kepayahan sebagaimana wanita umumnya yang mengandung. Ia juga menyatakan bahwa selama mengandung Rasulullah SAW, dalam mimpinya ia senantiasa didatangi para nabi-nabi terdahulu, dari sejak bulan pertama, yaitu bulan Rajab hingga kelahirannya di bulan Rabiul Awwal.
1. Bulan ke-1 didatangi oleh Nabi Adam AS yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan menjadi pemimpin agama yang besar.
2. Bulan ke-2 didatangi Nabi Idris AS yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan mendapat derajat paling tinggi di sisi Allah.
3. Bulan ke-3 didatangi Nabi Nuh AS yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan memeperoleh kemenangan dunia dan akhirat.
4. Bulan ke-4 didatangi Nabi Ibrahim AS yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan memperoleh pangkat dan derajat yang besar di sisi Allah.
5. Bulan ke-5 didatangi Nabi Ismail AS yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan memiliki kehebatan dan mu’jizat yang besar.
6. Bulan ke-6 didatangi Nabi Musa AS yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan memperoleh derajat yang besar di sisi Allah.
7. Bulan ke-7 didatangi Nabi Daud AS yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan memiliki Syafat dan Telaga Kautsar.
8. Bulan ke-8 didatangi Nabi Sulaiman AS yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan menjadi penutup para nabi dan rasul.
9. Bulan ke-9 didatangi Nabi Isa AS yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan membawa Al Qur’an yang diridhai.
Semua nabi-nabi yang hadir di mimpi Aminah itu sama-sama berpesan kepadanya bahwa jika telah lahir, namai anak itu dengan nama Muhammad yang artinya Terpuji, karena anak itu akan menjadi makhluk yang paling terpuji di dunia dan akhirat. Firasat mengenai penamaan Muhammad itu pun terbesit di hati mertuanya, Abdul Muthalib, sehingga ketika Rasulullah SAW lahir, Abdul Muthalib memberinya nama Muhammad. Ketika masyarakat Makkah bertanya mengapa ia dinamai Muhammad, bukan nama para leluhur-leluhurnya, maka Abdul Muthalib menjawab, “Aku berharap ia akan menjadi orang yang terpuji di dunia dan akhirat.”
Nama Muhammad sendiri kala itu sangatlah asing digunakan oleh bangsa Arab. Diriwayatkan bahwa kala itu, di Jazirah Arab, bahkan di seluruh dunia, hanya ada tiga orang yang menggunakan nama Muhammad, yaitu Muhammad bin Sufyan dari Bani Taim, Muhammad bin Bilal dari Bani Ausyi dan Muhammad bin Hamran dari Bani Al Ja’fi . Orangtua mereka menamai anaknya dengan nama Muhammad karena mereka berharap agar anak-anaknya itu menjadi Nabi Akhir Zaman, sebagaimana yang diberitakan Taurat dan Injil bahwa Nabi Akhir Zaman itu bernama Ahmad atau Muhammad, yang terlahir dari bangsa Arab.

SHOLAWAT NABI

SHOLAWAT NABI

“Sungguh Allah melimpahkan solawat dan para malaikat memohonkan solawat untuk Nabi SAW, maka wahai orang-orang yang beriman, bacakanlah (mohonkanlah) solawat untuknya…”  Potongan ayat ini hampir pasti dibacakan para khotib pada khutbah bagian kedua.
Karena telah dilimpahi sholawat oleh Allah dan dibacakan sholawat para malaikat, logisnya Nabi SAW sudah turah/berkecukupan sholawat. Jadi, kitalah yang butuh membacakan sholawat kepada beliau. Mengapa? Setiap sekali kita membacakan sholawat untuk beliau, Allah melimpahkan sholawat buat kita minimal sepuluh kali.
Makna sholawat secara umum adalah pernyatan kasih dan cinta. Setiap orang yang berakal dan berilmu, pastilah mewajibkan dirinya memperbanyak sholawat Nabi SAW. Mengapa? Tiada kasih dan cinta yang melebihi kasih dan cinta Nabi SAW kepada umat manusia. Allah mengabarkan: “…berat terasa  bagi (hati) beliau penderitaan kalian, (beliau) sangat ingin kalian (selamat dunia-akherat)…”  Wajar jika Taufik Ismail menuliskan : “Cinta ikhlasmu pada manusia, bagai cahaya suwarga, dapatkah kami membalas cintamu, secara bersahaja…” Bahkan, kelak ketika neraka telah dinyalakan, ketika para nabi AS lupa kepada selain dirinya masing-masing karena begitu menakutkannya neraka, lalu mereka  berkata “selamatkan diriku, selamatkan diriku, diriku, Ya Allah”, Beliau SAW  justru memohon; “Diriku saja yang masuk neraka Ya Allah, diriku saja, biar neraka bagi diriku saja, selamatkan umatku, Ya Robbi, umatku Ya Allah, umatku Ya Maha Penyelamat, ”
Adakah makhluk ciptaanMu yang lebih mulia dari yang begini ini (Nabi SAW), Ya Robbi?
Sebesar-besar cinta-kasih orang tua kepada anaknya, takkan pernah lebih besar dari cinta Beliau SAW kepada kita. Sebesar-besar cinta seseorang kepada orang lainnya, takkan pernah lebih besar dari cinta Beliau SAW kepada kita.
Sejak zaman para sahabat RA hingga kapanpun, orang-orang saleh senantiasa menitikkan airmata rindu-cinta bila teringat jejak-langkah Beliau SAW. Demikianlah, maka Al Maghfurlah Al ‘Alamah Al ‘Arif Billah KH Ahmad Zaini Ghani Martapura (Tuan Guru Ijai) bila membaca Simtud Duror beserta bacaan sholawatnya, suara merdu-rindu penuh tetesan airmata beliau mengharu-biru ruh ratusan ribu santri beliau yang takkan pernah bosan menghadiri majelis tiap malam Senin ini.
Begitu pentingnya membaca sholawat nabi bagi manusia, hingga Sayyidina Syech Zainal ‘Abidin mengatakan: ciri ahlus sunnah wal jama’ah ialah banyak membaca sholawat nabi. Syech Zainuddin Al Malibari dalam kitab Irsyadul ‘Ibad malah menganjurkan: kalau bisa, sehari baca sholawat seribu kali, atau tujuhratus kali, atau paling sedikit tigaratus kali.
Di kalangan pesantren tradisional khususnya, membaca sholawat nabi dalam berbagai versi dan cara, adalah bagian terpenting setelah membaca Al Qur’an. Terlebih lagi pada malam/hari Jum’at. Kitab kumpulan doa dan sholawat Dalailul Khoirot karya Syech Muhammad bin Sulaiman Al Jazuli  seolah menjadi bacaan wajib kedua setelah Al Qur’an. Tentu, mereka tahu besarnya pahala di akherat dan dahsyatnya barokah di dunia karena membaca sholawat nabi.
Gus Mus (KH A Mustofa Bisri Rembang) berkali-kali mengatakan:  “Jika tiap bibir kita sedang menganggur  komat-kamit/mengucapkan “sollallooh ‘ngalaa Muhammad  (Ya Allah, limpahkan solawat untuk Nabi Muhammad SAW,–huruf hidup dobel dibaca panjang) terus-menerus sedikitnya setahun, kok tidak sukses-bahagia-tentram-sentosa, datangi aku,ludahi mukaku dan caci-makilah diriku!”